Sabtu, 18 Juli 2009
Malam (01)
Kalau malam begini sering ku imajinasikan kamu sebagai bulan. Indah terang menawan, menutup gelap menebar riang. Seisi alam terdiam sejenak untuk memberikan penghormatan saat gumpalan-gumpalan cahayanya mencapai bentuk sempurna. Bulan purnama, itu nama yang ku berikan untuknya. Cahaya kedamaian yang terpancar, mampu membius semua mahluk sehingga puja-puja bergema menyambut, mengharap kehadiranya. Takjub ku terpana, ku paksa mata tak berkedip menatapnya. Untaian-untaian rindu yang tersimpan di kalbu, menghambur haru memuja-muja, lalu tenggelam dalam euforia imajinasi yang mendekati batas sempurna. Lupa akan semua beban nostalgia-nostalgia dalam bejana duka.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar